Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer


Cara Menggunakaan Moving Average dalam Menganalisis Saham dengan Mudah



Cara Menggunakaan Moving Average dalam Menganalisis Saham dengan Mudah - Halo semua kali ini admin akan membagikan kepada anda semua informasi seputar forex yang mungkin bisa berguna untuk anda yang baru bergabuang ataupun yang sudah lama dalam dunia berinvestasi atau melakukan trading forex.

Moving Avarege merupakan indikator teknikal yang merata-ratakan harga penutupan maupun harga pembukaan dan menghubungkannya menjadi sebuah garis.

Sebagai indikator moving avarage ini bersifat trend-following (mengikuti trend) dan lagging (tertunda) karena dibuat berdasarkan harga yang telah terjadi. Meski begitu, lagging ini dapat kamu atasi dengan menggunakan Moving Average yang lain misalnya Exponential Moving Average (EMA).

Cara Menggunakaan Moving Average dalam Menganalisis Sebuah Saham dengan Mudah

Moving Average ini dihitung berdasarkan nilai rata-rata bergeraknya sebuah harga dalam periode tertentu. Nilai rata-rata ini bisa kamu ambil dari harga tertinggi (high), terendah (low), harga pembukaan (Open), harga penutupan (Close) atau harga tengah (Mendian).

Makin panjang periode yang digunakan dalam perhitungan indicator Moving Average, maka pergerakan grafis akan semakin melambat (lagging) dibandingkan dengan harga. Sedangkan Moving Average yang berperiode pendek akan lebih “Lincah” ketimbang dengan Moving Average berperiode lebih tinggi.

Nah, untuk sahabat yang masih belum paham cara menggunakan Moving Average dalam menganalisa sebuah saham, tenang saja karena pada artikel kali ini GSN akan membahas tentang hal tersebut. Yuk, langsung saja simak ulasan di bawah ini.

Trader dapat mengenali trend apa yang sedang terjadi di pasaran dengan melihat kondisi harga dan juga garis Moving Avarage.

Di dalam dunia trader menentukan trend merupakan pengetahuan yang harus diketahui jika kita menginginkan sebuah keuntungan. Melakukan sebuah aksi beli pada saat sedang turun sangatlah beresiko jika kita tidak tahu cara menganalisanya. Kita akan mendapatkan kesempatan yang besar apabila kita dapat menentukan peralihan dan trend bearish ke trend bulliish.

Hal ini disebabkan karena kita bisa membeli di harga yang lebih rendah. Lalu bagaimanakah cara menentukan kapan harga beralih dari trend bearish ke trend bullish? Hal ini dapat dibantu dengan 2 jenis Moving Avarage, dan yang sering banyak digunakan yaitu MA20 dan MA50. Harga akan beralih dari trens bearish ke bullish saat MA2 memotong keatas Ma50 (golden cross).

Sebaliknya harga bisa beralih dari bullish ke bearish saat MA20 memotong kebawah MA50 (death cross). Lalu kapan saat yang tepat untuk kita melakukan pembelian? Jika kamu melihat suatu saham yang dimana Moving Average nya sedang mengalami sebuah golden cross, baiknya kamu jangan langsung melaakukan aksi beli.

Tunggu satu kali koreksi hingga harga tersebut masuk kedalam area magnet support terlebih dahulu. Nah, barulah kamu lakukan pembelian di area harga magnet tersebut.

Resistance dan Support merupakan titik penting dimana harga akan memantul meneruskan Kembali trendnya, baik itu bearish maupun bullish. Terdapat 3 macam support dan resistance yaitu Harmonic, classic dan Dynamic. Indicator Moving Average ini kita gunakan untuk menentukan area support resistance.

Dengan menggabungkan 2 jenis Moving Average, kita bisa menentukan area magnet supportdan juga magnet resistance dimana harga kemungkinan akan memantul. Moving Average yang digunakan setiap trader itu berbeda-bada, namun yang sering umum digunakan adalah MA20 Dan MA50.

Baik mungkin itu saja informasi yang dapat kami sampaikan suputar investasi saham, emas dan trading forex terus update artikel dari kami karena masih banyak informasi yang akan kami bagikan kepada anda semua dan selalu ingat pesan admin selalu bijak dalam bertindak Terimakasih.

Posting Komentar untuk "Cara Menggunakaan Moving Average dalam Menganalisis Saham dengan Mudah"